Artikel

STRATEGI INVESTASI KARYAWAN

26
OKT
2012
Penulis: Desimon
Dibaca: 3024 kali

Strategi Investasi Karyawan

Menjadi karyawan bukanlah sebuah pilihan yang salah. Saya sangat tidak sependapatan jika ada orang menganggap menjadi karyawan itu adalah sebuah pilihan yang keliru. Bagi saya menjadi karyawan itu sangat banyak manfaatnya. Tetapi, saya juga tidak setuju jika ada orang yang ingin menjadi karyawan sampai tua renta. Saat orang menjadi karyawan, dia harus memikirkan bahwa akan ada waktu dia tidak lagi menjadi karyawan. Waktu itu pasti akan datang, suka atau tidak. Sehingga yang menjadi masalah adalah apakah kita telah mempersiapkan diri kita untuk berhenti menjadi karyawan.

Berikut beberapa aspek keuntungan menjadi karyawan,

1.Mendapat keuntungan dari gaji dan bonus

2.Mendapatkan pengalaman menangani permasalahan

3.Belajar menajemen dan kepemimpinan

4.Membangun relasi dengan berbagai pihak

5.Bertambahnya ilmu

Itulah lima keuntungan minimum saat seseorang menjalani kehidupan sebagai karyawan.

Karena berhenti menjadi karyawan itu adalah hal yang pasti, maka pada saat menjadi karyawan kita sudah harus mempersiapkan mental dan keuangan kita untuk menyambutkan datangnya waktu itu. Salah satu cara untuk mempersiapkan keuangan kita adalah dengan cara berinvestasi sedinimungkin. Berikut cara yang menurut saya sebaiknya dilakukan seseorang pada saat masih menjadi karyawan,

1.Beli Rumah

Kita sebagai makhluk hidup yang akan berkembang, punya istri, punya anak, nanti akan punya cucu, dst, semua itu mengharuskan kita untuk memiliki rumah. Jangan pernah takut atau ragu untuk membeli rumah, walaupun kondisi keuangan kita masih sangat terbatas. Harga rumah umumnya akan selalu naik, kecuali pada saat terjadi krisis 1997/1998, karena pemintaan akan rumah memang lebih tinggi dibanding dengan pembangunan yang dilaksanakan. Bagi saya, rumah yang ditempati adalah investasi yang paling benar, karena hanya rumah yang ditempatilah yang merupakan investasi menguntungkan dan sekaligus bisa dinikmati. Tidak ada investasi lain yang memiliki karakter seperti tersebut, jadi jangan pernah ragu untuk membeli rumah untuk ditempati.

2.Beli Saham

Saham memiliki karakter yang sangat berbeda dengan properti, saham merupakan instrumen yang likuid dan biaya transaksi yang rendah, tetapi saham lebih berfluktuasi. Namun, kita jangan pernah takut untuk berinvestasi di saham, kita hanya perlu meluangkan waktu kita untuk mempelajari pasar saham dan saham yang akan kita beli. Pada saat seseorang masih menjadi karyawan adalah waktu yang tepat untuk membeli saham secara berkala sesuai ketersediaan dana. Adapun saham yang cocok untuk karyawan adalah dengan karakteristik : perusahaan yang untung dan akan selalu untung, perusahaan yang dikelola manajemen yang professional, perusahaan dengan bidang bisnis yang gampang dianalisa, dan beberapa aspek fundamental lainnya. Saya tidak menganjurkan seseorang yang masih karyawan berinvestasi di saham dengan mengejar keuntungan capital gain jangka pendek, tetapi sebaiknya fokus kepada aspek fundamental jangka menengah panjang. Hal ini karena pada saat menjadi karyawan, fokus utama adalah pada pekerjaan agar keuntungan menjadi karyawan tidak hanya sebatas gaji dan bonus saja.

3.Minimkan Dana Tunai

Dana tunai tidak perlu ditumpuk sebanyak-banyaknya, sebab bagaimanapun anda masih akan menerima gaji dan bonus. Saat menjadi karyawan bukanlah saat untuk menumpuk dana tunai, tetapi adalah saat untuk menumpukkan investasi. Dana tunai baik dalam bentuk tabungan ataupun deposito tidak akan memberikan keuntungan lebih, kecuali hanya sekedar untuk menutup kenaikan inflasi.

4.Atur Gaya Hidup

Pada saat karir seseorang meningkat, maka akan meningkat pula gaya hidupnya. Hal itu sangat sulit untuk ditiadakan, yang bisa dilakukan hanya mengontrol gaya hidup. Kita tidak perlu hidup dengan gaya yang hanya sekedar mengikuti lingkungan, lebih baik kita tetap memikirkan investasi daripada menghabiskan uang untuk mengikuti gaya hidup. Gaya hidup bisa membuatkan semua gaji dan bonus kita ludes, dan bahkan membuatkan kita terjerat utang, yang jelas akan berakhir dengan tidak baik. Dari pengamatan saya, orang yang paling kayapun lebih banyak memikirkan investasinya daripada gaya hidupnya.

5.Hindari Judi

Berjudi dalam segala bentuknya, lebih baik kita hindari. Baik berjudi dalam pengertian yang umum, maupun berjudi dengan kedok investasi. Kita hanya perlu menghindari segala hal yang bisa membuat uang kita hilang. Pada saat ini, maupun kedepan, akan selalu ada tawaran-tawaran yang menggiurkan berkedok investasi, jika hal itu datang kepada kita, kita cukup bertanya kepada diri kita, apakah hal itu bisa membuatkan uang kita hilang? Jika jawaban bisa, maka langsung saja hindari tanpa perlu berbasa-basi.

Demikianlah beberapa strategi yang dapat kita pakai dalam berinvestasi pada saat kita masih menjadi karyawan. Bagi anda yang saat ini menjadi karyawan, tetap fokus pada karir, tetapi fokus juga pada invetasi, persiapkan diri untuk tidak lagi menjadi karyawan. Pada saat nanti tidak menjadi karyawan, bukan berarti tidak memiliki pekerjaan, kita hanya berhenti menjadi karyawan, tetapi tetap bekerja untuk melanjutkan investasi yang telah kita mulai pada saat masih menjadi karyawan.

Menggunakan dan menginvestasikan uang gaji dan bonus secara benar adalah bentuk penghargaan kita terhadap jerih payah kita sendiri.

Kategori: Saham
Publikasi: desimon
Bagikan :
© 2011 - 2018 by emiten.net.