Artikel

PERMAINAN BANDAR

17
JUL
2011
Penulis: Desimon
Dibaca: 3094 kali

Sering kita mendengar bahwa ada Bandar dalam pasar saham. Kata Bandar sebenarnya adalah kata yang sering digunakan dalam permainan perjudian. Seorang Bandar adalah orang yang mencoba untuk mengatur ritme permainan dan dia menjadi lawan tanding bagi orang yang berjudi. Pada saat seorang pejudi menang, maka Bandar akan membayar kepada dia, dan, sebaliknya jika seorang pejudi kalah, maka dia akan membayar kepada Bandar.

Dalam pasar keuangan sebenarnya tidak dikenal kata Bandar, dan tidak ada seorangpun atau pihak manapun yang bertindak seperti layaknya Bandar dalam judi. Di pasar keuangan yang ada adalah “market maker” atau pembentuk pasar, yaitu pihak yang memiliki dana yang besar dan melakukan transaksi jual dan beli, dimana dia akan membentuk dan menentukan harga jual dan harga beli . “Market maker” ini bisa lebih dari satu pihak atas suatu produk keuangan. Jika ada beberapa pihak yang menjadi “market maker”, maka akan terjadi pula persiangan pembentukan harga antara “market maker” tersebut. Persiangan harga yang terjadi antara para “market maker” ini diharapkan akan menciptakan harga yang wajar.

Permasalahan akan muncul jika hanya ada satu “market maker” atas suatu produk, yaitu pihak ini akan bisa melakukan pembentukan harga sesuka hati dan kepentingannya. Dia akan bisa membuat harga membumbung tinggi dan bisa juga menenggelamkan harga ke dasar lautan. Dia bisa membuat orang tertawa sampai lupa diri pada saat harga naik tajam, dan, sebaliknya, membuat orang mati berdiri di saat harga ditenggelamkan ke dasar lautan.

Di pasar saham kita, hal tersebut di atas dapat saja terjadi. Jika ada beberapa pihak yang menjadi “market maker”, maka akan membuat pergerakan saham itu menjadi wajar . Tetapi, jika hanya ada satu pihak, baik langsung secara terang-terangan, ataupun berkelompok atau dengan meminjam tangan orang lain, maka pergerakan saham itu akan sulit untuk diperkirakan. Lain lagi halnya, jika suatu saham tidak ada sama sekali pihak yang bertindak sebagai “market maker”, maka saham tersebut akan bergerak pelan mengikuti perkembangan pasar dan bahkan bisa diam tanpa banyak transaksi.

Seorang Bandar atau mungkin lebih baik kita sebut sebagai “market maker” adalah orang juga juga manusia biasa, walaupun dia memiliki dana yang besar, tetapi bisa saja dana yang miliki adalah dana pinjaman. Sebagai orang biasa dia akan tetap tidak mau rugi, akan berusaha untuk mendapat keuntungan sebesarmungkin, tetap memiliki batas kemampuan minimal dalam hal jangka waktu, tetap memiliki rasa takut dan sifat tamak. Seorang yang bertindak sebagai “market maker” bukan pula orang yang selalu untung, mereka juga sering rugi. “Market maker” ini umumnya orang yang sangat berani dalam mengambil resiko, bisa membuat seolah-olah apa yang dilakukannya adalah sebuah kebenaran yang kemudian akan diikuti oleh orang banyak.

Pihak yang menjadi “market maker” untuk suatu saham tertentu, dia akan menghitung dengan cermat jumlah saham yang beredar, mempelajari siapa saja yang menjadi investor aktif atas saham tersebut dan melakukan analisa untung rugi jika mereka mengerakkan saham tersebut. Mereka bukanlah pihak yang hanya mengandalkan dana, tetapi mereka akan memiliki suatu strategi untuk bisa menghasilkan keuntungan jika mereka menjadi “market maker” atas saham dimaksud. Arah pergerakan pasar, persepsi investor, sampai ke perhitungan psikologi pasar dan investor akan mereka gunakan dalam memformulasikan strategi yang akan diterapkan.

Pasar saham adalah pasar yang bebas, siapa saja boleh melakukan transaksi atas saham yang diperdagangkan di bursa. Sehingga, pihak mana saja juga bisa bertindak atau bertingkahlaku sebagai “market maker”, bisa saja dari pihak pemegang saham, secara langsung atau menunjuk pihak lain, atau sekumpulan investor aktif atau pihak lain yang punya kepentingan terhadap harga saham perusahaan tersebut. Bisa juga, untuk saham-saham tertentu ada beberapa pihak yang menjadi  “market maker”, mereka tidak saling berbagi strategi, tetapi diantara mereka justru terjadi persaingan.

“Market maker” yang benar adalah mereka yang melakukan proses pembentukan harga atas saham-saham yang memiliki fundamental yang bagus. “Market maker” yang tidak benar adalah mereka yang melakukan proses pembentukan harga tanpa memperhatikan fumndamental perusahaan, bahkan mereka membuat isu-isu yang tidak bertanggungjawab untuk mendukung aksi mereka. Sehingga kita tidak perlu ikut-ikutan, jika ada proses pembentukan harga saham atas perusahaan yang kita yakini tidak memiliki fundamental yang bagus.

Kenyataan seperti di atas adalah hal yang sangat lumrah di pasar keuangan termasuk saham. Sehingga kita sebagai investor kecil atau pasif tidak perlu khawatir atas keberadaan mereka. Kita justru membutuhkan mereka, agar ada pihak yang menjadi penggerak harian dari saham yang kita miliki. Kita hanya perlu menjaga agar strategi kita dalam berinvestasi tidak berlawanan dengan para “market maker”. Kita perlu meluangkan waktu untuk melihat, mempelajari dan menganalisasi kemungkinan strategi yang mereka akan gunakan. Hanya ada satu cara untuk bisa menghasilkan keuntungan lebih banyak dari mereka, yaitu dengan cara SABAR. Kita harus benar-benar sabar dalam menunggu waktu dan harga yang tepat untuk ikut membeli saham, dan bersabar menunggu harga saham naik tinggi.

Bandar atau “market maker” ibarat garam dalam makanan, tidak enak jika tidak ada, tidak enak jika kelebihan.

Kategori: Saham
Publikasi: desimon
Bagikan :
© 2011 - 2018 by emiten.net.