Artikel

BELI SAHAM : DI PASAR PERDANA ATAU DI PASAR SEKUNDER

03
JUN
2011
Penulis: Desimon
Dibaca: 10010 kali

Pasar saham terdiri atas pasar saham perdana atau pasar saham sekunder. Pasar perdana atau Primary Market yaitu  untuk pertama kalinya suatu perusahaan menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui suatu proses penawaran umum atau yang sering disebut sebagai Initial Public Offering (IPO). Pasar sekunder atau Secondary Market adalah pasar dimana dilakukan transaksi jual beli diantara para pelaku pasar, dapat melalui bursa ataupun di luar bursa, atas saham yang diterbitkan di pasar perdana.

Membeli saham di pasar perdana atau di pasar sekunder masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian.

Pasar Perdana

Penawaran saham perdana oleh suatu perusahaan selalu dibantu oleh satu atau beberapa perusahaan efek yang bertindak sebagai penjamin ( underwriter ) atas penerbitan saham tersebut. Perusahaan efek yang ditunjuk oleh perusahaan atau emiten akan bekerja sama dengan beberapa lembaga penunjang lainnya seperti auditor, konsultan hukum, lembaga penilai  dan notaris. Mereka secara bersama-sama akan membuat dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan dalam proses underwriting untuk diserahkan kepada Bapepam. Kemudian Bapepam akan menelaah kelengkapan dokumen tersebut, dan jika sesuai dengan ketentuan yang ada maka Bapepam akan menyetujui penawaran saham itu kepada masyarakat.

Perusahaan efek sebagai penjamin (underwriter ) emisi saham ini, tentunya akan melakukan kajian atas kondisi dan prospek bisnis perusahaan. Harga saham di pasar perdana adalah hasil negosiasi antara perusahaan efek dengan emiten. Disini, perusahaan efek perlu memastikan bahwa harga saham yang ditawarkan dapat dibeli oleh masyarakat dan emiten akan memastikan bahwa harga saham tersebut tidak merugikan perusahaan.

Kunci dari negosiasi tersebut adalah proyeksi keuangan. Proyeksi keuangan itu akan sangat bergantung kepada asumsi yang digunakan. Dalam hal ini perlu kita ingat bahwa proyeksi keuangan yang dibuat itu baik oleh emiten ataupun oleh perusahaan efek bukanlah suatu kepastian. Itu hanyalah suatu janji yang didasarkan atas beberapa asumsi. Jika asumsinya terpenuhi maka proyeksi akan tercapai, tapi jika meleset maka proyeksi tinggallah catatan saja. Dan, tidak ada suatu konsekuensi hukum atas perusahaan efek ataupun emiten jika ternyata mereka tidak dapat memenuhi asumsi yang disampaikan pada saat penawaran perdana.

Suatu Penjamin emisi yang benar, mereka akan memperhitungkan kemungkinan tidak tercapainya proyeksi tersebut, dengan cara meminta diskon atas harga yang dihasilkan oleh proyeksi. Setelah harga disepakati maka pihak penjamin (underwriter) akan melakukan proses penjualan baik secara langsung maupun acara penawaran publik (public exspose). Untuk itu, underwriter akan juga menyiapkan hasil riset mereka atas perusahaan tersebut.

Kita sebagai calon pembeli dari suatu saham di pasar perdana perlu mempejari prospektus penawaran tersebut dan memperhatikan proyeksi keuangan mereka berserta asumsi yang digunakan. Kemudian kita perlu membandingkan harga saham itu dengan harga saham sejenis yang ada dipasar. Pembandingan ini minimal dari sisi Price Earning Ratio (PER) mereka.

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa untuk membeli saham perdana kita perlu mengkaji perusahaannya, siapa penjaminnya dan apakah proyeksi keuangan mereka dapat kita percayai.

Keuntungan membeli saham di pasar perdana adalah kemungkinan harga yang ditawarkan lebih rendah dari saham sejenis di pasar sekunder,dan informasi yang tersedia cukup lengkap. Kerugiannya adalah jumlah saham yang bisa kita beli belum tentu sesuai dengan harapan, ini karena alokasi yang terbatas kepada investor ritel.

Perlu kita ingat bahwa tidak semua saham yang ditawarkan di pasar perdana naik pada saat pencatatan di bursa. Jadi, jangan membeli saham di pasar perdana kalau hanya ingin mendapatkan keuntungan cepat tanpa terlebih dahulu mempelajari penawaran itu.

Pasar Sekunder

Saham di pasar sekunder sudah mengalami pergerakan sejak hari pertama dicatatkan di bursa. Pergerakan saham itu membentuk suatu grafik perubahan harga dan juga volume perdangannya. Kita bisa mempelajari grafik tersebut.

Tetapi yang paling penting adalah bahwa selama saham perusahaan tersebut dicatatkan di bursa, perusahaan itu sudah melakukan berbagai macam kegiatan, kinerja perusahaanpun bisa turun naik, manajemen perusahaan juga bisa berubah, strategi perusahaan pun berubah, intinya ada banyak yang berbeda. Semua perubahan ini harus kita pelajari jika kita ingin saham perusahaan itu. Kita yang hidup pada zaman ini sangat diuntungkan oleh kemajuan teknologi. Kita bisa mendapatkan segala macam informasi dan data hanya melalui halaman komputer atau media lainnya. Waktu dan tempat tidak lagi masalah, sambil duduk di rumah atau di kendaraan atau sedang minum kopi di mall, kita bisa mengakses demikian banyak data dan informasi. Data dan informasi tersedia dengan cepat dan gratis.

Membeli saham di pasar sekunder hendaknya dengan terlebih dahulu mempelajari data dan informasi perusahaan, baik dari sisi keuangan, manajemen, atau prospek perkembangan perusahaan. Di pasar sekunder harga saham tercipta dari berbagi macam persepsi investor, dari berbagai macam kepentingan dan dari suplly /demand. Kitalah yang menentukan pada harga saham berapa kita akan melakukan pembelian.

Keuntungan membeli saham di pasar sekunder adalah kita bisa mendapatkan saham dalam jumlah yang kita inginkan dan pada harga yang kita tetapkan. Kerugiannya adalah kita harus berusaha sendiri untuk mencari dan menelaah data dan informasi tentang saham tersebut.

Apapun pilihan kita, resiko ada pada kita. Jika kita benar maka keuntungan akan kita dapatkan, dan jika salah uang kita hilang ditelan pasar.

Ini zaman teknologi kecepatan tinggi, manfaatkanlah. Pengetahuan, data dan informasi adalah kunci kemenangan.

 

 

Kategori: Saham
Publikasi: desimon
Bagikan :
© 2011 - 2018 by emiten.net.