Artikel

"Kegilaan" di Pasar Saham

04
FEB
2015
Penulis: Desimon
Dibaca: 1328 kali

“Kegilaan” di Pasar Saham

“Kegilaan” ini bukan maksud saya ingin mengatakan bahwa di pasar saham banyak orang gila, sama sekali bukan itu. Tetapi, semakin hari saya mengamati, memang banyak hal-hal yg terjadi di pasar saham diluar logika normal yang dapat diprediksi. Sangat susah untuk bisa memperkirakan pergerakan harga saham, walaupun sudah menggunakan analisa fundamental dan teknikal sekalipun.

Berikut beberapa “kegilaan” yang sering terjadi di pasar saham,

1.Emiten rugi besar tetapi harga saham naik tajam.  Kondisi dimana suatu emiten masih dalam keadaan rugi besar, tetapi harga saham naik tajam, para pelaku pasar beramai-ramai membeli saham ini tanpa adanya informasi atau analisa bahwa emiten akan segera membukukan keuntungan.

2.PER emiten sangat tinggi. Price to earning ratio atau PER adalah salah satu cara untuk memvaluasi suatu saham. Bisa terjadi suatu keadaan dimana suatu saham terus menurus diborong sehingga harga naik sangat tajam yang membuat valuasi saham ini jauh di atas valuasi pasar, bisa sampai 3x atau 4x lebih tinggi dibanding PER pasar, padahal jika dihitung pendapatan emiten ke depan tidak akan mampu menaikkan earning per share atau EPS sampai demikian tinggi.

3.Sentimen berlebihan. Sentimen di pasar saham memang sangat di perlukan, itu ibarat garam dalam makanan. Namun, pada suatu waktu bisa terjadi dimana para pelaku, ramai-ramai, memborong suatu saham, yang membuat harga saham terbang tinggi, hanya berdasarkan sentimen tanpa melihat fundamental emiten.

4.Menjual karena benci. Dalam hal ini, ada beberapa saham yang dijual dengan harga sangat murah, seolah-olah emiten tersebut akan segera bangkrut, para pelaku bukan hanya menjual tapi mereka ramai-ramai membuang saham emiten yang dibenci tersebut, tanpa mempelajari perkembangan fundamental emiten.

5.Beli saham seperti berjudi. Kita tentu ingat bedanya berinvestasi dengan berjudi, yaitu kalau investasi kita perlu melakukan analisa baik fundamental maupun teknikal dan menemukan alasa yang kuat untuk membeli suatu saham, kalau berjudi kita cukup menutup mata lalu pilih saham yang ramai, kemudian ikut membeli tanpa ada analisa serta tidak mengerti mengapa ikut membeli, dengan harapan akan memperoleh untung. Seorang investor yang benar, atau seorang trader yang benar, mereka bukanlah seorang pejudi.

6.Menggadaikan segalanya . Beberapa trader atau investor membeli saham dengan tingkat keberanian yang sangat tinggi, ada yang menggadaikan mobil, rumah bahkan pabrik untuk membeli suatu saham. Jika ternyata apa yang mereka pikir benar, tentunya keuntungan besar akan menghampiri mereka, tetapi jika salah tentunya seluruh keluarga akan ikut menderita.

Hal tersebut di atas adalah beberapa “kegilaan” yang sering terjadi, mari kita ambil hikmahnya. Investasi adalah pilihan, pada setiap pilihan ada resikonya.

 

 

 

Kategori: Saham
Publikasi: Desimon
Bagikan :
© 2011 - 2018 by emiten.net.