Artikel

ATURAN BARU : LOT DAN FRAKSI HARGA

23
DES
2013
Penulis: Desimon
Dibaca: 2548 kali

Aturan Baru : Lot dan Fraksi Harga

Bursa Efek Indonesia atau BEI sudah memutuskan untuk melakukan perubahan perhitungan jumlah saham per lot dan fraksi harga saham di pasar sekunder, yang akan dimulai pada tanggal 6 Januari 2014. Perubahan yang dimaksud yaitu

a.Perubahan jumlah saham per lot :

Saat ini : 1 lot adalah sama dengan 500 lembar saham, diubah menjadi : 1 lot adalah sama dengan 100 lembar saham.

b.Perubahan fraksi harga saham :

Saat ini , fraksi harga saham :

< Rp 200 = Rp 1

Rp 200 s/d < Rp 500 = Rp 5

Rp 500 s/d < Rp 2.000 = Rp 10

Rp 2.000 s/d < Rp 5.000 = Rp 25

>= Rp 5.000 = Rp 25.

Diubah menjadi :

< Rp 500 = Rp 1

Rp 500 s/d < Rp 5.000 = Rp 5

>= Rp 5.000 = Rp 25.

Berikut bebarapa dampak dari perubahan perhitungan saham per lot dan fraksi harga, yaitu

1.Jumlah lot menjadi lebih banyak.

Seperti kita ketahui bahwa dalam perdagangan saham di pasar sekunder digunakan satuan lot, sehingga jika jumlah saham per lot lebih sedikit maka jumlah lot yang diperdagangkan menjadi lebih banyak, yaitu jumlah lot saham akan menjadi 5 kali lebih banyak dari sebelumnya, sementara jumlah saham yang beredar tidak bertambah. Sebagai akibatnya, saham yang saat ini sudah likuid akan terlihat menjadi sangat likuid, saham yang kurang likuid akan terlihat menjadi likuid, tetapi saham yang tidak likuid belum tentu menjadi cukup likuid. Khusus bagi saham yang selama ini dalam posisi “tidur”, perubahan ini belum tentu membuat saham itu bangun dari “tidur”nya, karena jumlah saham yang beredar tidaklah berubah. Jika para pelaku fokus kepada jumlah saham bukan kepada lot, maka perubahan ini tidak akan berdampak signifikan. Tetapi, perubahan ini bisa memberikan kesempatan kepada investor ritel yang ingin membeli saham yang harganya sudah tinggi, dengan dana terbatas.

2.Perubahan harga lebih “mulus”.

Dengan adanya perubahan fraksi harga di atas, memang akan membuat perubahan harga saham menjadi lebih “mulus”, karena fraksi lebih diperkecil. Tetapi, untuk saham-saham pada rentang harga yang fraksinya diperkecil, akan berdampak kepada biaya transaksi yang lebih mahal untuk mendapatkan kenaikan harga pada persentase yang sama dengan sebelumnya, yaitu saham dengan rentang harga Rp 200 s.d < Rp 5.000. Hal ini akan menguntungkan Perusahaan Efek dan BEI, yaitu akan menaikkan pendapatan mereka. Kenaikan harga yang lebih “mulus” dengan biaya transaksi yang lebih besar, bisa berdampak menjadi stagnannya harga saham di pasar sekunder, khususnya jika tidak ada faktor pendorong lain yang lebih besar. Seharusnya, dengan diperkecilnya fraksi harga, Perusahaan Efek dan BEI melakukan penurunan biaya transaksi yang dibebankan kepada investor.

Demikian hal baru yang akan dimulai pada tanggal 6 Januari 2014. Kita berharap ketentuan baru ini bisa memberikan dampak yang lebih baik kepada pasar saham, khususnya untuk para pihak yang terlibat di pasar saham, tidak hanya bagi Perusahaan Efek dan BEI tetapi juga bagi para investor.

Mau Likuid? Jumlah dan nilai transaksi harus cukup besar, fraksi harga harus cukup kecil secara proporsional dan biaya transaksi harus murah.

Kategori: Saham
Publikasi: desimon
Bagikan :
© 2011 - 2018 by emiten.net.