Artikel

PERSEPSI : KOLESTEROL PASAR SAHAM

03
DES
2013
Penulis: Desimon
Dibaca: 1209 kali

Persepsi : Kolesterol Pasar Saham

Persepsi adalah suatu hal yang sangat susah untuk diukur secara jelas, karena itu mencakup analisa dan harapan akan sesuatu. Persepsi bisa dibentuk jika kita bisa membuat suatu analisa atau asumsi atau perhitungan, yang mana hasilnya kita tularkan kepada orang lain dan orang lain tersebut kemudian meyakini bahwa analisa atau asumsi atau perhitungan kita itu adalah benar. Tetapi, persepsi juga bisa terbentuk sendiri manakala adanya perubahan yang fundamental di pasar yang kemudian semua orang berkeyakinan perubahan tersebut berdampak baik pada sektor tertentu dan berdampak buruk pada sektor lainnya.

Pada saat tertentu, adakalanya persepsi tersebut memang sengaja dibuat dengan mengkapitalasikan semua sumber yang ada, baik itu ilmu, media maupun jaringan. Permainan persepsi ini sering terjadi di pasar saham, ada yang memiliki maksud baik dan ada juga yang bermaksud tidak baik. Suatu persepsi yang baik dapat kita analisa dengan mengunakan “prinsip akal sehat” yaitu persepsi itu dapat diterima oleh akal yang wajar, dan, sebaliknya suatu persepsi yang tidak baik yaitu persepsi yang tidak dapat diterima oleh akal wajar.

Dalam membeli saham kita perlu bertanya kepada beberapa pihak bagaimana persepsi mereka tentang saham yang akan kita beli. Kita akan bisa mengumpulkan satu persepsi yang sama atau berbagai persepsi atas saham tersebut. Kemudian kita pilah mana persepsi yang negatif dan mana yang positif, atau, mana yang masuk akal dan mana yang tidak masuk akal. Untuk memahami tingkat resiko kita perlu berpikir tentang persepsi negatif yang bisa berdampak buruk terhadap saham. Tetapi untuk prospek, kita perlu menganalisa persepsi positif atas saham tersebut yang bisa memberikan dampak yang baik kepada harga saham.

Persepsi ini bukanlah hal yang konstan, tetapi bisa berubah setiap saat, tergantung kepada perkembangan ekonomi domestik dan global serta kepada kepentingan pihak tertentu, Setiap pihak, setiap orang, bisa membuat analisa, asumsi atau perhitungan, yang kemudian akan bercampurbaur di pasar. Kekuatan analisa, media, dana dan jaringan akan menjadi penentu persepsi mana yang bisa menguasai pasar. Dengan demikian, bisa jadi ada pihak ingin menguasi pasar dengan pembentukan persepsi dengan memanfaatkan ilmu, media, dana dan jaringan, yang mereka miliki. Untuk itu, bagi kita investor kecil, kita hanya punya satu cara untuk bertahan yaitu gunakan “prinsip akal sehat”.

Pasar saham akan selalu menjadi tempat berperangnya berbagai persepsi atas arah pergerakan pasar itu sendiri, maupun untuk setiap saham yang di dalamnya. Persepsi di pasar saham ibarat kolesterol dalam tubuh manusia, ada yang baik dan juga ada yang buruk. Persepsi yang buruk alias tidak benar dapat merugikan orang-orang yang percaya akan persepsi tersebut, dan, persepsi yang baik alias yang benar akan menguntungkan orang-orang yang mengikutinya. Persepsi buruk (tidak benar) dibangun di atas analisa, berita atau pemikiran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan tujuan mendapatkan keuntungan di atas kerugian pihak lain. Sementara persepsi yang baik (benar) dibangun di atas analisa, berita maupuan pemikiran yang seharusnya dan dapat dicerna akal sehat, dengan tujuan mengembalikan arah ataupun harga saham ke arah atau harga yang seharusnya.

Kita tidak bisa menghindarkan dari berbagai persepsi dalam mengambil keputusan, tetapi “prinsip akal sehat” dapat membentengi diri kita dari berbagai persepsi buruk (tidak benar).

Kategori: Saham
Publikasi: desimon
Bagikan :
© 2011 - 2018 by emiten.net.